2017年 08月 06日
RW
a0051297_08355839.jpg"Evidence shows dogs in Bali are being brutally killed and the meat sold to unsuspecting tourists" (abc.net.au, 20 Jun 2017)

バリ島犬肉サテ騒動のきっかけとなった記事だが,ビーチのツーリスト相手にこんな風に堂々と売っていたとは.

以下,daging anjing @Wikipedia からの情報である.

Di beberapa daerah di Indonesia, daging anjing disantap sebagai sumber protein baik secara terang-terangan maupun diam-diam. Di Manado dan Minahasa, daging anjing dikenal dengan istilah RW (dibaca: erwe), singkatan dari rintek wuuk (bahasa Manado: "bulu halus"), suatu eufemisme untuk anjing. Masakan Batak mengenal masakan daging anjing yang diberi kode B1, dari kata biang (bahasa Batak: "anjing"), meskipun bukan makanan terpopuler dalam kuliner Tapanuli. Di beberapa kota di Jawa seperti Solo dan Yogyakarta, sate daging anjing disamarkan dengan sebutan "sate jamu"; sedangkan sebutan tongseng daging anjing adalah sengsu, singkatan dari tongseng asu (bahasa Jawa: "tongseng anjing").

Manado dan Minahasa: ここの市場では鼡,犬,コウモリなどが売られている.参照: http://sanggar.exblog.jp/3416497/ (注)
B1: この犬肉 B1 に対して,daging babi kerap disebut B2. (Masakan Batak@Wikipedia)
sate jamu: 昔の日本人も「薬喰い」と称してけものの肉を食べた.この jamu もそういう意味なんだろう.

(注) この人達が郷里の食習慣をバリに持ち込んだものだろうか."Mengkonsumsi daging anjing bukanlah budaya Bali. Praktik itu berkembang sejak kedatangan sekelompok orang ke Bali pada dekade 1970-an untuk bekerja di industri perhotelan," tulis Animals Australia. ("Isu daging anjing: Bali bentuk tim investigasi setelah ditemukan sate anjing", BBC, 27 Juli 2017)

[Sg]



[PR]



[PR]

by sanggarnote | 2017-08-06 08:36 | 動植物


<< memilih A ketim...      「インドネシア語と私」 >>