2017年 12月 12日
batik Djawa Hokokai
a0051297_10430738.jpgBatik Pagi Sore Pekalongan

Kain batik pagi-sore, yaitu kain batik yang terbagi dua oleh dua motif yang bertemu di bagian tengah kain secara diagonal. Desain penempatan motif batik seperti ini telah ada pada tahun 1930 di Pekalongan. Desain batik pagi-sore sangat populer pada jaman penjajahan Jepang karena pada waktu itu karena sulitnya hidup, untuk penghematan, pembatik membuat kain batik pagi-sore. Satu kain batik dibuat dengan dua desain motif yang berbeda. Sehingga jika pada pagi hari kita menggunakan sisi motif yang satu, maka sore harinya kita dapat mengenakan motif yang berbeda dari sisi kain yang lainnya, sehinga terkesan kita memakai 2 kain yang berbeda padahal hanya 1 lembar kain. (...) Motif pagi sore banyak ditemui pada Batik Djawa Hokokai di pekalongan pada saat pendudukan Jepang (1942-1945) pada saat berlangsungnya perang dunia II.

http://kebudayaan.kemdikbud.go.id/ditwdb/2016/04/18/batik-pagi-sore-pekalongan/

この一枚で一人二役の働きをする「朝夕」更紗,1930年代に現れたプカロンガン更紗の柄だったが,「贅沢は敵」の日本軍政下の時代に大流行. batik Djawa Hokokai (ジャワ奉公会更紗) の代表的な柄となった,ということらしい.

Sebagian batik Djawa Hokokai ada yang menggunakan susumoyo yaitu motif yang dimulai dari salah satu pojok dan menyebar ke tepi-tepi kain tetapi tidak bersambung dengan motif serupa dari pojok yang berlawanan.

a0051297_17254878.jpgsusumoyo,これは明らかな日本の和服の「裾模様」の影響である.この画像は以下から.

http://batikdan.blogspot.jp/2011/07/batik-jawa-hokokai.html

参照:
http://sanggar.exblog.jp/238047153/
http://sanggar.exblog.jp/238052791/

[Sg]



[PR]

[PR]

by sanggarnote | 2017-12-12 11:01 | 事情


<< penyebab banjir...      Instagrammable ... >>