2017年 04月 17日
Pantun di novel Andrea Hirata
a0051297_07521372.jpg"Pantun di Novel Andrea Hirata Sulit 'Diterima' Asing" (CNN, 16/04/2017)

Andrea Hirata tak hanya mengangkat budaya Melayu melalui kisah dalam karyanya. Ia yang akrab dengan pantun itu juga punya upaya melestarikan yang tengah diajukan jadi warisan budaya takbenda UNESCO itu.

この記事に本人が Laskar Pelangi (2005) の中の pantun に言及している段落がある.すなわち,

"Jadi kalau mengamati karya saya, akan tahu bahwa hampir dalam setiap novel saya itu ada pantunnya. Di Laskar Pelangi malah saya masih ingat pantunnya," kata Andrea.

"Kalau ingin pergi ke sawah / Jangan lewat hutan cemara / Kalau ingin buat aku tertawa / Cepat bunyikan pantun-pantunnya," tuturnya.

探してみたところ見つかったのは以下 .

"Jalan ke ladang berliku-liku, jangan lewat hutan cemara, segara nyanyikan lagumu, biar kutahu engkau merana...." (Cetakan ke-23, 2008. hal.136)

上の Kalau ingin pergi ke sawah は記憶違いだった?

(枕) 畑の道は百曲がり,松の林に入り込んではダメ.
(心) あなたの歌う声を聞かせて,あなたに悩みがあるときは.

なお,和訳 『虹の少年たち』(サンマーク出版,2013年) で「海の中では手に入れたと思った.でも,その中にいると偽りだとはわからないものなのさ」(p.149) と訳されている ”Dalam laut dapat kukira, dalamnya dusta siapa sangka” は「海の深さは知れるけど,嘘の深さは誰が知ろう」である.Cf. (諺) Dalam laut bisa diduga dalam hati siapa tahu 「海の深さは測れもするが,人の心は誰に分かろう」.

参照: 二行編成の pantun
(枕) Dahulu parang sekarang besi (昔は剣,今や古鉄)
(心) Dahulu sayang sekarang benci (昔は愛し今や憎らし)

http://sanggar.exblog.jp/5390431/

[Sg]



[PR]


[PR]

by sanggarnote | 2017-04-17 08:45 | 事情


<< lele goreng      pakem pantun >>