2007年 06月 10日
bahasa ibu
Organisasi dunia untuk bidang pendidikan dan kebudayaan (Unesco) juga sudah menyerukan semenjak tahun 1952 agar pendidikan sebaiknya dilakukan dengan menggunakan bahasa ibu sebagai bahasa pengantarnya. Malah, Unesco sudah menetapkan tanggal 21 Februari setiap tahunnya sebagai Hari Bahasa Ibu Internasional.

"Jadi, sebutan bahasa ibu ini sudah dikenal secara internasional. Sayang, oleh pemerintah dan bangsa Indonesia, hari bahasa ibu internasional belum pernah diperingati. Kalau pun ada, baru di Jabar dan Jateng. Itu pun baru kedua kalinya," tandasnya (=Ajip Rosidi).

上は,"Bahasa Daerah Jangan Dijadikan Muatan Lokal" (SUARA PEMBARUAN, 6/6/07) からの引用.

この記事を読んでうかがわれる Ajip Rosidi 氏(長年大阪外国語大学で客員教授をつとめた)の主張は,「地方語」bahasa daerah という呼び方はやめて「母語」bahasa ibu に改めるべきである,スンダ語は「母語」として西ジャワ州における教育用語 bahasa pengantar にこそなるべき言語である,「地方語」として muatan lokal(各州独自のカリキュラム)枠内の一科目として扱われる (これまで小中どまりだったのが今回高校までその扱いが進む)ことは「後退」と言わざるをえない,というもののようである.

ユネスコの「母語」主義というのは知らなかったが,ユネスコは(かつてのオランダのように)「インドネシア・ナショナリズム」みたいなものは認めないという立場なのだろうか.

by sanggarnote | 2007-06-10 16:58 | 事情


< 前のページ      次のページ >